Senin, 10 Juli 2017

SUKSESKAN UAS SEMESTER GENAP 2017, RAIH PRESTASI DENGAN LANGKAH PASTI!



Sahabat Mahasiswa.. jangan lupa ya.. minggu depan tepatnya Senin, 17 Juli 2017 akan ada Ujian Akhir Semester  Genap 2016/2017 di Kampus tercinta kita STKIP PGRI Nganjuk...
bagi yang belum menyiapkan diri segera persiapan.. baca-baca materi rangkuman dan tips sukses belajar dan berdoa sebelum ujian..  dan untuk sahabat yang belum memenuhi kewajiban administrasinya segera dipenuhi minggu ini kawan sampai kesiapan kita sebagai peserta UAS benar-benar sah dan dapat dipertanggungjawabkan.. buat sahabat mahasiswa Prodi PPKN Khususnya dan Seluruh Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk umumnya.. " SEMANGAT... SUKSES.. DAN BERMANFAAT.., MARI KITA SUKSESKAN UAS SEMESTER GENAP 2017 INI DAN MERAIH PRESTASI DENGAN LANGKAH PASTI!!... AMINNNN..

| 03.31 |

Rabu, 05 Juli 2017

SALAM IDUL FITRI, MARI TINGKATKAN PERSAUDARAAN DAN PERSATUAN!


Salam Idul Fitri..
Minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin..
dengan semangat idul fitri mari kita tingkatkan rasa persaudaraan dan persatuan..
dengan semangat idul fitri kita kembali pada kesucian..
lahir maupun batin..
indahnya kebersamaan dan saling memaafkan..
inilah hari kemenangan...
| 04.28 |

Kamis, 22 Juni 2017

INDAHNYA KEBERSAMAAN DI BULAN RAMADHAN

Indahnya kebersamaan di bulan suci Ramadhan salah satunya adalah momen buka puasa bersama. Buka puasa bersama di bulan Ramadhan telah menjadi budaya Indonesia yang dilakukan oleh semua kelompok dari lapisan masyarakat, budaya buka puasa bersama sekaligus menjadi sarana untuk memupuk silaturrahim dan mempererat persaudaraan yang sangat baik. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PPKN STKIP PGRI Nganjuk gelar buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi PPKN dan dosen di program studi. Turut hadir beliau bapak Yudha Harnanto, SH. MH. Ketua Program studi PPKN yang menghimbau kepada segenap yang hadir dalam ruangan IV-PKN II Gedung Unit IV STKIP PGRI Nganjuk; bahwa momen ramadhan ini adalah momen kebangkitan untuk meningkatkan ketakwaan kita terhadap Allah SWT. kita pererat persatuan dan kesatuan, semangat dalam beribadah agar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
| 01.37 |

INDAHNYA BERBAGI DIBULAN NAN SUCI

Sucikan hati dan terus melangkah di bulan nan suci demi menggapai ridho Illahi Rabbi....
Tepat memasuki sepuluh hari terahir pada malam ke 27 di bulan suci Ramadhan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PPKN STKIP PGRI Nganjuk  lakukan kegiatan bertajuk kebersamaan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan rasa persaudaraan diantara sesama. Kegiatan ini dilakukan menjelang berbuka tepat seusai menjalani perkuliahan dengan segenap persiapan yang matang, para mahasiswa segera menata hati untuk ikhlas beribadah dan berbagi kebersamaan menuju ke Pertigaan Jalan Utama depan Pasar Wage Kabupaten Nganjuk dengan sepeda motor masing-masing. nampak ekspresi bahagia yang mengharukan bisa berbagi dengan sesama walaupun hanya sebatas makanan atau takjil untuk berbuka. namun dari hal kecil ini semoga bisa memupuk rasa persaudaraan dan persatuan yang lebih besar untuk bangsa dan negara Indonesia kita yang tercinta ini. Semoga niat baik serta amal ibadah kita selalu mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT.

| 01.01 |

Rabu, 21 Juni 2017

HIKMAH BERPUASA DI BULAN SUCI RAMADHAN

Hikmah berpuasa yang kita dapatkan ini tentunya berkaitan erat dengan amalan puasa yang kita jalani dan tentunya amalan pada puasa ramadhan bukanlah hanya menahan makan dan minum saja, melainkan juga menjalankan amalan ibadah Ramadhan lainnya, seperti bersedekah, Itikaf, Silaturahmi, Menghindari diri  dari yang haram, belajar dan bekerja memnuhi kewajiban dalam aktivitas sehari-hari pun juga termasuk beribadah.
Maka dari itu, agar lebih termotivasi dalam menyempurnakan puasa tahun 2017 ini, kami sajikan untuk Anda 10 hikmah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang dikutip dari berbagai sumber, selamat menyimak.
  1. Melatih Disiplin Waktu — Untuk menghasilkan puasa yang tetap fit dan kuat di siang hari, maka tubuh memerlukan istirahat yang cukup, hal ini membuat kita tidur lebih teratur demi lancarnya puasa. Bangun untuk makan sahur dipagi hari juga melatih kebiasaan untuk bangun lebih pagi untuk mendapatkan rejeki (makanan).
  2. Keseimbangan dalam Hidup — Pada hakikatnya kita adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah. Namun sayang hanya karena hal duniawi seperti pekerjaan, hawa nafsu dan lain-lain kita sering melupakan kewajiban kita. Pada bulan puasa ini kita terlatih untuk kembali mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban tersebut dengan imbalan pahala yang dilipatgandakan.
  3. Mempererat Silaturahmi — Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.
  4. Lebih Perduli Pada Sesama — Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.
  5. Tahu Bahwa Ibadah Memiliki Tujuan — Tujuan puasa adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.
  6. Tiap Kegiatan Mulia Merupakan Ibadah — Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.
  7. Berhati-hati Dalam Berbuat — Puasa Ramadhan akan sempurna dan tidak sia-sia apabila selain menahan lapar dan haus juga kita menghindari keharaman mata, telinga, perkataan dan perbuatan. atihan ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.
  8. Berlatih Lebih Tabah — Dalam Puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan Puasa.
  9. Melatih Hidup Sederhana — Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja kita telah merasakan nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu saja.
  10. Melatih Untuk Bersyukur — Dengan memakan hanya ada saat berbuka, kita menjadi lebih mensykuri nikmat yang kita miliki saat tidak berpuasa. Sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih mensyukuri nikmat Allah SWT.

Demikianlah hikmah dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, semoga bermanfaat bagi kita umat muslim.
| 00.40 |

Selasa, 20 Juni 2017

SOSIALISASI EMPAT PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Monumen Dr. Soetomo yang terletak di kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk menjadi saksi diselenggarakannya kegiatan sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKN STKIP PGRI Nganjuk. berkaitan dengan pentingya pengetahuan tentang 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini, berikut ringkasan materinya;
Menyadari pengalaman reformasi tidak menunjukan arah sebagaimana kehendak rakyat, maka timbulah gagasan untuk menggali kembali nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila berikut penjabarannya dalam Undang Undang Dasar 1945. sebagaimana yang digagas oleh Taufik Kemmas. disebutnya sebagai 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar ini adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. Disebutnya sebagai empat tiang penyangga di tengah ini disebut soko guru yang kualitasnya terjamin sehingga pilar ini akan memberikan rasa aman tenteram dan memberi kenikmatan, yang menjamin terwujudnya kebersamaan dalam hidup bernegara. Rakyat akan merasa aman terlindungi sehingga merasa tenteram dan bahagia. Kemudian  melalui Ketetapan MPR Nomor 27 Tahun 2009 menugaskan MPR untuk mensosialisasikannya. Secara singkat sosialisasi itu meliputi :


I. Pancasila
Diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. 
Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
1. Makna Nilai dalam Pancasila
a) Nilai Ketuhanan
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.
b) Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.
c) Nilai Persatuan
Nilai persatuan Indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia
d) Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.
e) Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. 
Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Sebagai nilai dasar, nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. Artinya, dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia.

II. UUD 45
Dalam UUD 45 disana tertuang Tujuan Negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia” hal ini merupakan tujuan Negara.Rumusan “Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa” hal ini merupakan tujuan Negara hokum material, yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional.
Adapun tujuan umum atau internasion aladalah “ikut melaksanakan ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Untuk mencapa tujuan tersebut diperlukan aturan-aturan yang kemudian diataur dalam pasal-pasal, maka dalam kehidupan berbangsa dan bernegera semestinya mentaati aturan yang sudah diundang-undangkan.
III. NKRI

Kita tentunya sudah tahu bahwa syarat berdirinya sebuah negara ada empat, yaitu memiliki wilayah, memiliki penduduk, memiliki pemerintahan dan adanya pengakuan dari negara lain. Dan karena memenuhi empat syarat itulah kemudian Negara Indonesia lahir dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).NKRI lahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga para pejuang bangsa yang bertekad mempertahankan keutuhan bangsa. Sebab itu, NKRI adalah prinsip pokok, hukum, dan harga mati.
NKRI hanya dapat dipertahankan apabila pemerintahan adil, tegas, dan berwibawa. Dengan pemerintahan yang adil, tegas, dan berwibawalah masalah dan konflik di Indonesia dapat diselesaikan. “Demi NKRI, apa pun akan kita lakukan. NKRI adalah hal pokok yang harus kita pertahankan.

IV. BHINEKA TUNGGAK IKA

Suatu hari Megawati Soekarnoputri pernah mengemukakan, Pancasila bukan hanya falsafah bangsa, tetapi juga bintang yang mengayomi kehidupan seluruh rakyat. Dan Bhinneka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat dan semua kepulauan yang ada di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 yang mengajakan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha. Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini kemudian di terjemahkan ; “Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda. Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali ?. Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal.” Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran. Artinya, walapun bangsa Indonesia mempunyai latar belakang yang berbeda baik dari suku, agama, dan bangsa tetapi adalah bangsa Indonesia. Pengukuhan ini telah dideklarasikan semenjak tahun 1928 yang terkenal dengan nama "sumpah pemuda". Sebenarnya memahami 4 pilar sangatlah mudah, hanya persoalannya, untuk menghayati sekaligus mengamalkan yang barang kali masih menunggu generasi berikutnya, sebab nilai nilai itu justru lebih banyak dilanggar oleh penyelenggara negara yang pada gilirannya rakyat ikut-ikutan, seperti dicontohkan setiap hari dalam pemberitaan media. 
| 23.36 |

Minggu, 04 Juni 2017

POTENSI MAHASISWA PRODI PPKN, JUARA DANGDUT, DAN DIES NATALIS KE-39 STKIP PGRI NGANJUK











Nasionalisme yang kuat telah mendarah daging dan mewarnai setiap langkah dan gerak mahasiswa Program Sudi PPKn STKIP PGRI Nganjuk. Sebagai wujud dari penerapan nilai-nilai luhur yang ada di dalam pancasila tersebut, mahasiswa Program Studi PPKn STKIP PGRI Nganjuk mulai mengasah bakat, potensi, dan kemampuannya, baik yang berkaitan dengan kemampuan akademik maupun non akademik. Selain dalam perkuliahan mereka mendalami bidangnya tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. dalam mengembangkan keterampilan pun juga dilakukan. dengan aktif dikegiatan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lain-lain.
Dua dari Mahasiswa Program Sudi PPKn STKIP PGRI Nganjuk telah membuktikan potensi yang berjiwa nasionalisme dalam peringatan Dies Natalis ke-39 STKIP PGRI Nganjuk 11, Maret 2017 kemarin mahasiswa atasnama Burhan Nur Assofa dan Eva Wulandari mendapatkan Predikat Juara Lomba menyanyi dengan membawakan musik khas Indonesia bergenre Dangdut yang merupakan kebanggaan Indonesia. Semoga kita semua bisa menjadi Pribadi-pribadi sukses yang cinta pada tanah air dan ibu pertiwi. dengan semangat pancasila raih prestasi setinggi mungkin.. terima kasih.. (HMPS_PPKn_STKIP PGRI Nganjuk)
| 23.55 |
Back to Top